Beranda \ Berita Polbeng \ Lembar Jawab UN Akan "Dijemput"

Lembar Jawab UN Akan "Dijemput"

 15 April 2013     windari marmianthi


Keamanan ujian nasional (UN) 2013 kali ini memang diperketat. Tidak hanya sekadar menggunakan pengawalan kepolisian, kali ini lembar jawaban ujian nasional (LJUN) yang telah dikerjakan tidak lagi dibawa sekolah ke panitia dari perguruan tinggi.

Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Muhammad Nuh mengatakan bahwa biasanya LJUN dibawa ke sekolah ke panitia universitas sehingga muncul dugaan adanya pengubahan data atau jawaban oleh pihak sekolah saat dibawa ke panitia universitas. "Saat ini tidak seperti itu lagi. Panitia dari universitas yang jemput bola ke rayon-rayon yang ada di daerah," kata Nuh saat inspeksi dadakan di SMA Negeri 3 Jakarta, Senin (15/4/2013). Langkah ini, imbuh Nuh, adalah untuk mengantisipasi kecurangan yang selama ini menjadi banyak keluhan.

Kepala Dinas Pendidikan Provinsi DKI Jakarta Taufik Yudi Mulyanto yang mendampingi Mendikbud saat melakukan inspeksi mendadak mengatakan, di Jakarta ada beberapa titik rayon penjemputan, yaitu SMA Negeri 35, SMA Negeri 3, dan SMK Negeri 6. "Dari UNJ nanti yang ambil ke rayon. Semuanya juga langsung disegel di sekolah itu," jelas Taufik. "Tidak ada alasan lagi sekolah berbuat curang saat pengantaran LJUN ke pihak universitas," tegas dia.

Hari ini sekitar 2,1 juta siswa sekolah tingkat menengah atas akan mengikuti UN 2013. Mereka adalah siswa yang berada di kawasan Indonesia barat dan Indonesia timur. Adapun siswa di kawasan Indonesia tengah, mencakup 11 provinsi, baru akan mengikuti UN pada 18-23 April 2013 akibat kesalahan pada proses pencetakan dan pengiriman naskah soal.

Editor : Palupi Annisa Auliani (kompas.com)