Beranda \ Berita Polbeng \ Karakter Seseorang Dilihat Melalui Pendidikan

Karakter Seseorang Dilihat Melalui Pendidikan

 11 Juni 2013     


[new] Wakil Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Wamendikbud) Musliar Kasim menyatakan karakter seseorang dapat dilihat dari pendidikannya, yang tercermin dan menjadi contoh dari aktivitasnya sehari-hari.

"Karakter harus dibangun dan dikembangkan secara sadar hari demi hari melalui suatu proses yang tidak instan," kata Wakil Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Musliar Kasim, di Padang, Minggu (9/6/2013).


Menurut dia, pendidikan karakter sangat menjanjikan untuk menjawab persoalan pendidikan di Indonesia. Namun, dalam tataran praktik, sering kali terjadi bias dalam penerapannya.

"Pendidikan karakter merupakan upaya yang harus melibatkan semua pemangku kepentingan dalam pendidikan, baik pihak keluarga, sekolah dan lingkungan sekolah, dan juga masyarakat luas," ungkap dia.

Musliar Kasim mencontohkan Unand Padang yang telah membentuk program SAPS (Student Activities Performance System), yakni semua mahasiswa Unand harus terlibat kegiatan apa saja di dalam kampus, boleh menjadi panitia, ataupun Ketua Senat mahasiswa. "Mahasiswa diajarkan bagaimana menjadi seorang pemimpin yang jujur dalam berorganisasi," jelas dia.

Dia mengatakan, pendidikan karakter berarti melakukan usaha sungguh-sungguh, sistematik, dan berkelanjutan untuk membangkitkan dan menguatkan kesadaran serta keyakinan semua orang Indonesia bahwa tidak akan ada masa depan yang lebih baik tanpa membangun dan menguatkan karakter rakyat Indonesia.

"Dengan kata lain, tidak ada masa depan yang lebih baik yang bisa diwujudkan tanpa kejujuran, tanpa meningkatkan disiplin diri, tanpa kegigihan, tanpa semangat belajar yang tinggi, tanpa mengembangkan rasa tanggung jawab, tanpa memupuk persatuan di tengah-tengah kebhinekaan, tanpa semangat berkontribusi bagi kemajuan bersama, serta tanpa rasa percaya diri dan optimisme," kata dia.

Menurut dia, pendidikan karakter diarahkan untuk dapat membangun kepribadian bangsa. Mengarahkan bangsa Indonesia menjadi bangsa dengan karakter tertentu yang membedakannya dengan bangsa lain di dunia.

"Pendidikan mengarahkan manusia menjadi lebih baik. Karakter yang diharapkan menjadi identitas tunggal yang menunjukkan bahwa seseorang adalah orang Indonesia," ujar dia.

Karakter pendidikan diperlukan untuk memperlihatkan jika model-model pendidikan di Indonesia mampu membentuk karakter peserta didiknya. "Oleh sebab itu, pendidikan berperan untuk membimbing anak agar tidak lepas dari rel-rel peradaban, dan pengayaan nilai-nilai kemanusiaan sehingga ini mampu menumbuhkan sikap untuk bertenggang rasa, bersolidaritas, dan bertoleransi antarsesama," ungkap Musliar Kasim.

Dia menambahkan, pendidikan karakter memiliki peran yang strategis bagi pembentukan karakter bangsa, sejatinya pendidikan karakter akan menciptakan manusia Indonesia yang berkualitas, bermoral, dan beretika. "Pada akhirnya, dengan pendidikan karakter dapat meningkatkan semua potensi kecerdasan manusia Indonesia," kata dia.

sumber : kompas.com



Rilis Berita


Politeknik Negeri Bengkalis Resmi Umumkan Hasil SNMPN

Hasil seleksi Penerimaan Mahasiswa Baru Politeknik Negeri Bengkalis untuk jalur Seleksi Nasional Masuk Politeknik Negeri (SNMPN) resmi diumumkan hari Sabtu (28/3), setelah melewati beberapa tahapan seleksi dan verifikasi berkas 952 calon mahasiswa dari 2.963 pendaftar dinyatakan lolos, dengan....... Selengkapnya


LSP Polbeng Mendapatkan Bantuan PSKK 2020 BNSP

H-1 Menjelang Pengumuman SNMPN 2020

Polbeng Laksanakan Pengecekan Suhu Badan, Sebagai Bentuk Antisipasi Dini Covid-19

Polbeng Jalin Kerjasama Dengan Pemerintah Desa Wonosari Bengkalis

Cegah Penyebaran Covid-19, Polbeng Terapkan Sistem Kuliah Daring

SNMPN 2020 Polbeng Capai 3000 Pendaftar

Lima Dosen Polbeng Tandatangani Kontrak Penelitian dan Pengabdian SIMLITABMAS

P3M Polbeng Kunjungan ke Pemerintah Desa Wonosari Bengkalis

Berita Lainnya