Beranda \ Berita Polbeng \ Kemdikbud Godok Skema Peningkatan Tunjangan Dosen

Kemdikbud Godok Skema Peningkatan Tunjangan Dosen

 16 Januari 2014     


Jakarta, Kemdikbud - Menyusul cairnya tunjangan kinerja di lingkungan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, kini Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi sedang menyiapkan upaya peningkatan kesejahteraan dosen melalui skema tunjangan profesi. Ini dilakukan, kata Mendikbud Mohammad Nuh, Rabu (15/1) sore, sebagai bagian dari komitmen Pemerintah dalam upaya meningkatkan kesejahteraan guru, dosen dan tenaga kependidikan, sebagaimana diamanatkan dalam UU No. 14/2005 tentang Guru dan Dosen  pada Pasal 53, serta Peraturan Pemerintah  No. 41/2009 tentang Tunjangan Profesi Guru dan Dosen, Tunjangan Khusus Guru dan Dosen, serta Tunjangan Kehormatan Professor.  

" Dirjen Dikti bersama para pemimpin perguruan tinggi negeri tengah menggodok upaya peningkatan kesejahteraan dosen melalui skema tunjangan profesi, " katanya menegaskan. Nuh menjelaskan, selama ini sebagaimana tertuang dalam UU No. 14/2005 dan PP No. 41/2009  tunjangan profesi dosen adalah setara dengan satu kali gaji. Kini sedang digodok formula tunjangan profesi yang dapat berimplikasi pada besarnya tunjangan profesi dosen, bisa lebih dari satu kali gaji pokok, bergantung pada kinerja masing-masing dosen.  

"Kedepan, bagi dosen yang telah memenuhi kriteria-kriteria tertentu, besaran tunjangan tidak mesti satu kali gaji pokok, bisa lebih, sesuai dengan prestasi dan kinerjanya" katanya. Bagaimana skema dan kriterianya? Inilah yang kini masih dibahas oleh para pemimpin perguruan tinggi negeri bersama Dirjen Dikti. "Dengan model pendekatan semacam ini, maka dosen akan semakin dihargai atas prestasinya," ujar Mendikbud.

Dalam upaya peningkatan kesejahteraan guru dan dosen, menurut Mendikbud, pihaknya juga tetap memperhatikan fakta bahwa untuk posisi anggaran Kemdikbud saat ini yang mencapai sekitar Rp 360 triliun lebih, sebesar 70 persen adalah untuk gaji pegawai, termasuk tunjangan. " Bisa dibayangkan jika upaya dalam memberikan kesejahteraan dalam bentuk pemberian tunjangan diperlakukan sama, tanpa pertimbangan-pertimbangan, maka anggaran pendidikan bisa habis hanya untuk gaji dan tunjangan"  paparnya.

" Lalu bagaimana dengan program beasiswa, rehab kelas, dan kebutuhan pendidikan lainnya, yang juga memerlukan pendanaan?," kata Mendikbud bernada tanya. Berkait dengan ada keinginan dari sebagian dosen yang mempermasalahkan Peraturan Presiden No. 88/2013 tentang Tunjangan Kinerja Pegawai di Lingkungan Kemdikbud, melalui jalur hukum, Mendikbud mempersilakannya, karena itu bagian dari hak setiap warga negara. (Sukemi)

sumber : www.kemendikbud.go.id


Rilis Berita


Cegah Corona Masuk Kampus, Polbeng Terapkan Cek Suhu Tubuh

Sebagai upaya mengantisipasi pencegahan perkembangan dan penyebaran Corona Virus Disease (COVID-19) di lingkungan kampus, Politeknik Negeri Bengkalis (Polbeng) telah melakukan beberapa langkah-langkah pencegahan dini salah satunya dengan menerapkan pemeriksaan suhu tubuh bagi seluruh dosen,....... Selengkapnya


Cegah Penyebaran COVID 19 di Lingkungan Kampus, Polbeng Lakukan Penyemprotan Disinfektan

Politeknik Negeri Bengkalis Resmi Umumkan Hasil SNMPN

LSP Polbeng Mendapatkan Bantuan PSKK 2020 BNSP

H-1 Menjelang Pengumuman SNMPN 2020

Polbeng Laksanakan Pengecekan Suhu Badan, Sebagai Bentuk Antisipasi Dini Covid-19

Polbeng Jalin Kerjasama Dengan Pemerintah Desa Wonosari Bengkalis

Cegah Penyebaran Covid-19, Polbeng Terapkan Sistem Kuliah Daring

SNMPN 2020 Polbeng Capai 3000 Pendaftar

Berita Lainnya