Beranda \ Berita Polbeng \ Menristekdikti: Politeknik Berkualitas, Pendidikan Vokasi Akan Jadi Pilihan Favorit

Menristekdikti: Politeknik Berkualitas, Pendidikan Vokasi Akan Jadi Pilihan Favorit

 28 Oktober 2017     Andriano


Untuk mampu bersaing di ranah nasional maupun global, industri suatu negara harus didukung oleh tenaga kerja yang produktif. Produktivitas tenaga kerja ditentukan oleh kompetensi tenaga kerja yang dapat membantu memajukan daya saing perekonomian suatu bangsa.

Hal ini disampaikan Menteri Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi (Menristekdikti), Mohamad Nasir saat meresmikan Politeknik Ketenagakerjaan bersama 2 (dua) Menteri kabinet kerja yaitu Menteri Ketenagakerjaan Republik Indonesia, Hanif Dakhiri dan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi, Asman Abnur, bertempat di BBPLK, Bekasi Selatan, Kota Bekasi, Jawa Barat, Kamis (26/10).

Langkah strategis yang telah ditempuh oleh Kementerian Ketanagakerjaan RI yang baru saja mendirikan Politeknik Ketenagakerjaan (Polteknaker), disambut baik Menteri Nasir dalam rangka melahirkan tenaga kerja baru yang berkompeten dari Politeknik.

“Pendidikan vokasi di Indonesia hanya sekitar 16%. Politeknik harus kita dorong agar menjadi Politeknik yang berkualitas dan unggul, dengan begitu saya yakin kedepannya pendidikan vokasi akan menjadi salah satu pilihan favorit bagi anak-anak di Indonesia untuk mengemban pendidikan yang lebih tinggi,” tutur Menteri Nasir dalam sambutannya.

Bila dibandingkan, jumlah penduduk Indonesia hanya sebanyak 1 (satu) banding 6 (enam) dari jumlah penduduk di China, namun di China hampir 56% perguruan tingginya merupakan pendidikan vokasi, sedangkan di Indonesia dengan jumlah perguruan tinggi yang lebih banyak dibanding China tetapi China memiliki lebih banyak tenaga kerja yang produktif bila dibandingkan dengan Indonesia.

“Kompetensi tenaga kerja banyak dipengaruhi oleh pengalaman semasa kerja dan pengalaman kerja semasa masih menjadi peserta didik. Saat ini, pendidikan vokasi menjadi kunci jawaban atas kebutuhan tenaga kerja yang produktif dan kompetitif,” ujar Menteri Nasir.

Menteri Nasir menambahkan, para pendidik di Politeknik tidak hanya berasal dari lulusan akademik dengan syarat lulusan pendidikan S1 ataupun S2, tetapi ketika dia sudah menjadi ahli industri di bidangya dan berpengalaman, itu bisa menjadi prioritas untuk menjadi dosen di Politeknik.

“Ini pernah terjadi ketika seseorang ingin menjadi dosen di Politeknik dengan riwayat pendidikannya hanya sampai Diploma 3 (D3) Pelayaran, tetapi dia memiliki riwayat kerja bersama nahkoda selama 10 tahun dan memiliki sertifikat tertinggi pada bidangnya, artinya pengalamannya ini menjadikan ia bisa lebih mumpuni dan layak untuk menjadi dosen di Politeknik dengan berbagai pertimbangan,” terangnya.

Harapan Menteri Nasir, nantinya lulusan Politeknik selain mendapatkan ijazah, mereka juga harus memiliki sertifikat kompetensi di bidangnya masing-masing minimal pada tingkatan 5 (lima). Ia juga mengimbau agar mahasiswa Politeknik jangan hanya menjadi ahli madya tetapi harus diarahkan untuk memiliki sertifikasi industri.

Sumber : Ristekdikti


Rilis Berita


Polbeng akan Gelar Wisuda Ahli Madya dan Sarjana Terapan pada 25 Nopember Mendatang

Menjelang Sidang Senat Terbuka dalam rangka Wisuda ke 14 Polbeng yang akan dilaksanakan pada Sabtu, 25 Nopember mendatang, panitia tampak sibuk mempersiapkan segala keperluan acara. Tahun ini, Senat Polbeng yang dipimpin oleh Razali dan 17 anggota lainnya akan mengukuhkan 403 wisudawan/i Ahli....... Selengkapnya


WD Hijab, Kelompok Usaha Mahasiswa Polbeng Berangkat ke Pontianak untuk Ikuti Expo KMI 2017

Mahasiswa D3 Administtasi Bisnis Gelar Seminar Kepemimpinan

Dakwah Lewat Tulisan, UKMI Al Ishlah Polbeng Rilis Buku “Lingkar Cinta”

Polbeng Hibah Kapal Nelayan Kepada Desa Deluk

Kuliah Praktisi Teknik Elektro, Narasumber Berbagi Tips Sukses di Dunia Kerja

Ikatan Alumni Polbeng Gelar Reuni Akbar Perdana

Polbeng Jadi Tuan Rumah RAPIMDA 1 FSLDK se Propinsi Riau

Kuliah Praktisi Kemaritiman, Persiapkan Taruna/i Hadapi Tantangan MEA

Berita Lainnya