Beranda \ Berita Polbeng \ Kemenristekdikti : Dosen yang Mengajar di Perguruan Tinggi Vokasi diharapkan memiliki Sertifikasi Kompetensi

Kemenristekdikti : Dosen yang Mengajar di Perguruan Tinggi Vokasi diharapkan memiliki Sertifikasi Kompetensi

 29 Januari 2018     Andriano


Pada 2019, sertifikat kompetensi akan jadi salah satu syarat dosen vokasi untuk mengajar program studi diploma, sarjana terapan, dan magister terapan. Untuk itu, Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi (Kemenristekdikti) akan memberikan beasiswa bagi dosen vokasi dari perguruan tinggi swasta maupun negeri untuk mengambil sertifikasi kompetensi di luar dan dalam negeri.

“Ke depan, kami akan membuat regulasi, hanya dosen yang memiliki sertifikasi kompetensi yang dapat mengajar di perguruan tinggi vokasi, tapi pemerintah juga konsisten dengan programmya, sehingga kami menyekolahkan dosen yang belum punya sertifikasi kompetensi,” ujar Direktur Jenderal Kelembagaan Iptek dan Dikti Patdono Suwignjo pada Senin (29/1) di Kemenristekdikti, di gedung D, Senayan Jakarta.

Patdono menyampaikan hal tersebut di hadapan atase, konsulat, dan perwakilan duta besar 12 negara sahabat yang diundang untuk menyampaikan program training/retooling  dari perguruan tinggi di negara masing-masing. Training ini yang akan diikuti oleh dosen vokasi, dimana pada tahap akhirnya, akan ada tes untuk mendapatkan sertifikasi kompetensi internasional.

Mereka paling tidak harus memiliki TOEFL ITP 500 atau IELTS 5.5 untuk dapat menerima beasiswa tersebut. “Tahun lalu kami sudah berusaha mengimplementasikan hal tersebut, kami punya target mengirim 150 dosen ke luar negeri untuk mengikuti training, dan di akhir program, mereka harus mengambil sertifikasi kompetensi internasional, tapi sayangnya hanya 132 yang lolos,” ungkap Patdono.

Jumlah 132 tersebut di bawah target karena masih ada dosen vokasi yang tidak lolos tes bahasa Inggris. Patdono mengungkapkan, untuk sertifikasi kompetensi dari negara asing, pelatihan dan ujiannya dilaksanakan dalam bahasa Inggris, sehingga lolos tes bahasa Inggris menjadi diwajibkan.

Pada tahun 2018 ini beasiswa retooling/training akan diperluas juga mencakup bidang kesehatan dan jadwalnya akan dimajukan. “Kami berharap program ini dapat diterapkan lebih awal, tidak Oktober atau November, tapi di April, Mei, Juni, (kami) bisa mengirim dosen politeknik ke practical training tersebut,” harap Patdono.

 

Sumber : Kemenristekdikti


Rilis Berita


UiTM Malaysia akan Kerjasama dengan Polbeng untuk Sukseskan “Ekspedisi Kayak Nusantara Riau 2018” 23 Juli Mendatang

Beberapa waktu lalu, tepatnya Senin (16/4), Polbeng kedatangan Kepala Pusat Sukan (Sports Center) Universiti Teknologi Mara Malaysia (UiTM), Zamri bin Abdul Kahar. Kedatangan pihak UiTM ini adalah untuk membicarakan event Ekspedisi Kayak Nusantara Riau 2018 yang akan digelar oleh pada 21-25 Juli....... Selengkapnya


Dua Jurnal Ilmiah Terbitan P3M Polbeng Terakreditasi Ristek Dikti

Polbeng Gelar Tes Tertulis Calon Mahasiswa Baru Jalur Mandiri

432 Mahasiswa Polbeng Resmi Mulai Kerja Praktek

Polbeng Tandatangani MoA dengan Politeknik Pelayaran Sumatera Barat

Polbeng Jadi Tuan Rumah Temu Wicara FKMTSI Regional Riau-Kepri Kedua

Kesempatan Jadi Mahasiswa Polbeng Masih Terbuka Lewat Penerimaan Jalur Mandiri

597 Calon Mahasiswa Bersaing di UMPN 2018 Polbeng

Jelang Berbuka, Ormawa dan Ikatan Duta Polbeng Bagi - Bagi Takjil

Berita Lainnya