Beranda \ Berita Polbeng \ Empat Kelompok Bisnis Mahasiswa Polbeng Lolos Pendanaan Program KBMI 2019

Empat Kelompok Bisnis Mahasiswa Polbeng Lolos Pendanaan Program KBMI 2019

 02 Juli 2019     Andriano


Kabar membanggakan kembali datang dari mahasiswa Polbeng dengan lolosnya empat kelompok bisnis mahasiswa untuk mendapatkan pendanaan program Kompetisi Bisnis Mahasiswa Indonesia (KBMI) 2019 yang diselenggarakan oleh Dirjen Belmawa Kementrian Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi. Kabar tersebut disampaikan dalam pengumuman tanggal 1 Juli lalu.

Dari 25 kelompok bisnis mahasiswa Polbeng yang mengajukan proposal pada awal Maret hingga pertengahan Mei lalu, empat kelompok bisnis yang berhasil memperoleh pendanaan tersebut adalah kelompok bisnis mahasiswa Jurusan Administrasi Niaga setelab melewati beberapa tahapan seleksi dari panitia dan bersaing dengan ratusan proposal dari berbagai perguruan tinggi di Indonesia.

Adapun daftar kelompok bisnis mahasiswa yang memperoleh pendanaan adalah Q-Mou Healthy Factory yang beranggotakan Rio Aopranto, M. Iwaludin, Nurul Huda, Sito Hidayah, Wildaniati dan Dosen Pembimbingnya Adrian Irnanda Pratama, M.B.A, DUE-IT (Doa, Usaha, Ikhtiar-Etos dan Tawakal) yang beranggotakan Irwansyah, Mohd. Azmil, Suwito, Nurlaili,Azrani dan Dosen Pembimbingnya Adrian Irnanda Pratama, M.B.A, Lempernas (Lembaga Perjajanan Nasional) Jajanan Khas Bandung yang beranggotakan Dea Yulianti, Yuliana Syahfitri, Nining Fitri Nuraeni,M. Lazuardi dan Dosen Pembimbingnya Endang Sri Wahyuni, M. Ak, dan kelompok terakhir yakni Edam Burger yang beranggotakan Karina Krisnanda, Atiqah Azizah, Nuraini, Neli Agustin, Susan Nopi Wulan dan Dosen Pembimbingnya Rosmida, M. Si.

Dana yang diperoleh masing-masing kelompok bervariasi mulai dari 4-10 juta. Ketua Jurusan Administrasi Niaga, Yunelly Asra saat diwawancara menyampaikan apresiasi dan rasa syukur atas pencapaian empat kelompok bisnis tersebut.

"Terima kasih kepada dosen pembimbing dan mahasiswa yang telah mengerjakan proposal dengan baik sehingga berhasil mendapat pendanaan," ungkapnya.

Beliau juga menyampaikan bahwa pembentukan kelompok-kelompok bisnis ini sejalan dengan kurikulum jurusan.

"Semoga dana bisnis dapat digunakan sebaik-baiknya sehingga bisnis dapat berkembang dan maju," tambah Yunelly.

Setelah memperoleh dana, selanjutnya setiap kelompok bisnis akan mulai menjalankan bisnis yang diusulkan. Pihak DIKTI akan melakukan monitoring dan evaluasi sampai bualn Oktober nanti. Setelah berjalan, setiap kelompok wajib memberikan laporan akhir kepada penyelenggara. Kelompok bisnis yang dianggap layak setelah melalui proses monitoring, evaluasi dan penilaian lapotan akhir akan diikutsertakan dalam Ekspo KMI 2019 pada bulan Nopember mendatang.