Beranda \ Berita Polbeng \ 8 Dosen Polbeng Berangkat ke Luar Negeri untuk Ikuti Program Retooling dari Kemenristek Dikti

8 Dosen Polbeng Berangkat ke Luar Negeri untuk Ikuti Program Retooling dari Kemenristek Dikti

 29 Juli 2019     Andriano


 Sebanyak delapan orang dosen Politeknik Negeri Bengkalis (Polbeng) akan mengikuti Program Beasiswa Retooling Kompetensi Vokasi Dosen Perguruan Tinggi yang diselenggarakan oleh Kementerian Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi.

Hal tersebut sebagaimana disampaikan Direktur Polbeng, Milchan, Selasa 30 Juli 2019.

Milchan mengatakan program retooling ini akan berlangsung selama lebih kurang dua bulan, sejak Juli hingga September 2019.

“Program Beasiswa Retooling ini telah ditawarkan oleh Kemenristek Dikti sejak bulan April lalu sebagai salah satu upaya peningkatan kapasitas dan kapabilitas dosen dosen pendidikan tinggi,” tutur Milchan

Lanjut Milchan program ini dilaksanakan agar relevan dengan kebutuhan dunia usaha dan industri. Dalam pelaksanaan program, Kemenristek Dikti bekerja sama dengan berbagai  perguruan tinggi, khususnya yang berjenis vokasi dan industri baik di dalam maupun luar negeri.

“Program retooling ini merupakan kombinasi antara training kompetensi dengan sertifikasi serta magang sesuai dengan bidang kompetensi yang diikuti. Para dosen yang menjadi peserta program ini kan mengikuti program retooling di perguruan tinggi yang berbeda, baik dalam maupun luar negeri,” jelas Milchan.

Secara umum Program Beasiswa Retooling Kompetensi Vokasi Dosen Pendidikan Tinggi Vokasi bertujuan untuk mendukung program revitalisasi Politeknik, mendukung persiapan mendirikan program Magister Sains Terapan (MST), dan memperkuat kualitas program sertifikasi/Lembaga Sertifikasi Profesi (LSP)/Tempat Uji Kompetensi (TUK), untuk mendorong keunggulan spesifik di masing-masing perguruan tinggi sesuai dengan potensi daerah dan kebutuhan dunia usaha dan industri.

Untuk diketahui, Dosen Polbeng yang mengikuti program retooling ini yakni Rionaldi mengikuti program di International Management Institute, Switzerland, Ahmad Syafi’i dan Muhammad Sidik Purwoko di Koretech, Korea,

Selanjutnya Hendra Saputra, Zev Al Jauhari dan Faisal Ananda di Manukau Institute of Technology (Auckland) dan Massey University (Wellington), New Zealand, Depandi Enda di Alibaba Business Scholl, China, dan terakhir Agustiawan di Festo Istanbul AnadoluYakasi OSB, Turki.