BENGKALIS – Dalam rangka meningkatkan rasa nasionalisme di kalangan mahasiswa, Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) berkolaborasi dengan Bidang Kemahasiswaan Politeknik Negeri Bengkalis (Polbeng) menggelar Seminar Nasionalisme Milenial dengan tema “Nasionalisme Milenial : Ketika Mahasiswa dan Perempuan Bicara Bangsa” pada Jumat (4/7) siang.
Seminar yang digelar di ruang mini conference Gedung Kuliah Terpadu 1 ini diisi dengan materi oleh Ketua Persatuan Insinyur Indonesia (PII) Wilayah Riau, Ulul Azmi. Puluhan mahasiswa dari berbagai jurusan dan organisasi mahasiswa (ormawa) hadir mengikuti seminar. Wakil Direktur 1 Polbeng, Romadhoni, turut hadir meresmikan seminar tersebut.

Dalam sambutannya, Romadhoni mengapresiasi BEM dan Bidang Kemahasiswaan atas terselenggaranya acara tersebut. Beliau juga menegaskan pentingnya menanamkan rasa nasionalisme di tengah gempuran budaya asing yang mudah sekali masuk di era globalisasi ini. “Cinta tanah air tidak hanya ditunjukkan dengan cara tradisional seperti upacara bendera saja, namun banyak cara lain yang bisa dipraktekkan,” ucap Romadhoni.

Beliau juga berharap seminar ini dapat memberikan manfaat bagi peserta yang hadir. “Semoga setelah mengikuti seminar, rasa nasionalisme di kalangan generasi muda lebih menguat dan ditunjukkan dengan tindakan nyata,” pungkas Romadhoni.
Sementara itu dalam seminar, materi yang disampaikan narasumber meliputi pentingnya nasionalisme, cara menanamkan dan memperkuat rasa nasionalisme, serta peran anak muda dalam pembangunan bangsa. “Pemuda adalah generasi penerus yang diharapkan dapat membangun bangsa ini ke arah yang lebih baik. Oleh sebab itu, mereka harus memiliki rasa nasionalisme, cinta tanah air, yang tertanam kuat dalam diri masing-masing,” tegasnya.

Ulul Azmi juga berbagi nasihat agar generasi muda saling bahu-membahu dan kompak dalam menjaga persatuan bangsa. “Meskipun banyak tantangan dan provokasi baik dari dalam maupun luar yang bermaksud memecah belah persatuan, dengan semangat nasionalisme dan kekompakan yang solid, pasti kita dapat menjaga keutuhan dan kedaulatan bangsa ini,” ujar Ulul.
Materi yang disampaikan dalam seminar didengarkan dengan sungguh-sungguh oleh peserta. Saat sesi diskusi dan tanya jawab, pemateri dan peserta saling bertukar pandangan serta membahas isu-isu relevan, yang menjadikan suasan seminar semakin seru dan menarik.

Seminar nasionalisme ini diharapkan dapat menjadi momen bagi mahasiswa agar semakin mengerti akan pentingnya rasa cinta tanah air untuk keberlangsungan bangsa. Mereka juga diharapkan menunjukkan sikap yang mencerminkan rasa nasionalisme dalam kehidupan sehari-hari, terutama sebagai mahasiswa yang memiliki peran penting sebagai agen perubahan dan motor penggerak inovasi di masyarakat. (HUMAS)
