BENGKALIS – Mahasiswa Politeknik Negeri Bengkalis (Polbeng) melalui kelompok Mata Kuliah Wawasan Kebangsaan (MKWK) melaksanakan kegiatan edukasi lingkungan bertema “Edukasi Daur Ulang Sampah dan Konservasi Mangrove sebagai Upaya Menumbuhkan Kepedulian Lingkungan pada Siswa SMPN 3 Bengkalis” pada Senin (1/12/2025). Kegiatan yang diikuti 60 siswa/i SMPN 3 Bengkalis ini dirancang untuk memperkuat kesadaran generasi muda terhadap isu pengelolaan sampah dan pentingnya pelestarian ekosistem pesisir.
Agenda dibuka dengan penyampaian materi oleh mahasiswa mengenai urgensi daur ulang sampah dalam kehidupan sehari-hari serta peran mangrove dalam menjaga keseimbangan lingkungan pesisir. Penyampaian materi dibuat interaktif agar siswa lebih mudah memahami konteks ekologis yang relevan dengan kehidupan mereka. Setelah sesi materi, peserta mengikuti praktik langsung pembuatan ecobrick sebagai bentuk implementasi nyata pengelolaan sampah plastik. Melalui sesi praktik ini, siswa belajar mengolah limbah plastik menjadi produk bernilai guna sekaligus memahami kontribusi sederhana yang dapat mereka lakukan untuk menjaga lingkungan.

Antusiasme peserta terlihat dari keaktifan bertanya serta semangat saat melakukan praktik. Banyak dari mereka mengakui bahwa kegiatan ini memberi wawasan baru sekaligus pengalaman yang menyenangkan. Kegiatan ini diselenggarakan oleh kelompok MKWK Polbeng dengan pemateri mahasiswa Suci Hayati, Nabilatul Afifah, dan Aisyah Muthmainnah, serta didampingi oleh dosen MKWK Defitri Akbar dan Evia Firnadia.
Dosen pendamping, Defitri Akbar, menyampaikan bahwa kegiatan seperti ini menjadi ruang belajar yang penting, baik bagi mahasiswa maupun siswa. ”Kegiatan ini mampu memberikan dampak nyata di sekolah, sekaligus melatih generasi muda untuk lebih peka terhadap isu lingkungan, ucapnya.

Melalui kegiatan ini, siswa diharapkan semakin memahami pentingnya menjaga lingkungan, mampu menerapkan konsep reduce–reuse–recycle baik di rumah maupun di sekolah, serta memiliki kepedulian lebih tinggi terhadap konservasi mangrove dan keberlanjutan ekosistem pesisir. Pihak sekolah menyambut positif pelaksanaan kegiatan ini dan berharap adanya kerja sama lanjutan.
Untuk selanjutnya, mahasiswa dan pihak sekolah merencanakan penerapan program ecobrick sederhana, menjajaki kolaborasi lanjutan di bidang lingkungan, serta melakukan pendampingan untuk memastikan siswa dapat memanfaatkan ecobrick dengan optimal. Kegiatan ini sekaligus memperkuat kontribusi Politeknik Negeri Bengkalis dalam mendorong literasi lingkungan dan aksi ekologis di tingkat sekolah. (HUMAS)
