BENGKALIS – Jurusan Bahasa Politeknik Negeri Bengkalis (Polbeng) menyelenggarakan Bahasa Festaria 2026, sebuah festival bahasa, kreativitas, dan budaya yang melibatkan mahasiswa, sivitas akademika, masyarakat, serta pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di Halaman Kampus Utama pada Sabtu (5/9/2026).
Bahasa Festaria merupakan implementasi Project-Based Learning (PjBL) melalui mata kuliah MICE Management, Protocols and Corporate Event Management, serta Marketing Communication. Dalam kegiatan ini, mahasiswa terlibat langsung dalam proses pengelolaan event, mulai dari perencanaan, pengorganisasian, promosi, pengelolaan protokol dan tamu, pelaksanaan, hingga evaluasi.
Kegiatan yang mengusung tema “Belajar, Berkarya, Berkolaborasi, dan Berkontribusi” ini secara resmi dibuka oleh Direktur Polbeng, Johny Custer. Dalam sambutannya, Johny menyampaikan apresiasi dan dukungan terhadap penyelenggaraan Bahasa Festaria sebagai wadah pembelajaran berbasis pengalaman bagi mahasiswa. “Sebagai pimpinan Politeknik Negeri Bengkalis, kami menyambut baik dan memberikan apresiasi serta dukungan atas terselenggaranya Bahasa Festaria. Kegiatan ini menjadi wadah bagi mahasiswa untuk mengembangkan kreativitas, kemampuan komunikasi, kolaborasi, dan profesionalisme melalui penerapan Project-Based Learning (PjBL) dalam kegiatan nyata. Diharapkan Bahasa Festaria dapat terus berkembang menjadi agenda unggulan dan identitas Jurusan Bahasa serta memberikan kontribusi positif bagi masyarakat,” ujar Johny.
Salah satu rangkaian utama Bahasa Festaria 2026 adalah Car Free Day (CFD) dan Car Free Night (CFN) yang berkolaborasi dengan UMKM di Bengkalis. Kegiatan ini menjadi ruang promosi bagi pelaku UMKM, sekaligus sarana bagi mahasiswa Polbeng untuk menerapkan langsung kompetensi event management dan marketing communication yang mereka pelajari di bangku kuliah. Melalui kolaborasi ini, hubungan antara Polbeng, mahasiswa, UMKM, dan masyarakat Bengkalis pun semakin diperkuat.
Selain CFD dan CFN, Bahasa Festaria turut menghadirkan berbagai kegiatan yang memadukan bahasa, seni, budaya, dan kreativitas, di antaranya festival bahasa, storytelling, solo song, band performance, videography, serta sejumlah aktivitas kreatif lainnya.
Ketua Jurusan Bahasa, Boni Saputra, menyampaikan bahwa Bahasa Festaria dirancang agar mahasiswa dapat belajar melalui pengalaman langsung, sekaligus mengembangkan kompetensi yang dibutuhkan di dunia kerja. “Bahasa Festaria lahir dari semangat bahwa pembelajaran tidak harus selalu berlangsung di dalam kelas. Mahasiswa diberikan kesempatan untuk merancang, mengelola, melaksanakan, dan mengevaluasi sebuah kegiatan secara nyata,” ujarnya.
Melalui rangkaian kegiatan ini, Polbeng berharap Bahasa Festaria dapat terus berkembang menjadi agenda unggulan dan identitas Jurusan Bahasa, sekaligus menjadi wadah berkelanjutan yang memperkuat kolaborasi antara kampus, mahasiswa, UMKM, dan masyarakat. HUMAS
