Lompat ke konten utama

Politeknik Negeri Bengkalis

Polbeng Luncurkan Peralatan dan Website Bank Sampah, Dorong Pengelolaan Sampah Kampus Lebih Modern

BENGKALIS – Tim pengabdian Politeknik Negeri Bengkalis (Polbeng) meluncurkan dua inovasi untuk Bank Sampah Polbeng, yaitu peralatan pemilahan dan pemadatan sampah serta website Bank Sampah. Peluncuran berlangsung di Aula Gedung Teknik Informatika pada Rabu, 14 Oktober 2026.

Bank Sampah Polbeng dikelola oleh Dharma Wanita Persatuan Polbeng (DWPB). Selama ini, pengelolaan sampah di lingkungan kampus masih dilakukan secara manual dan belum terintegrasi. Kehadiran peralatan dan website ini diharapkan menjadi titik balik peningkatan kesadaran sivitas akademika terhadap pentingnya memilah dan mengelola sampah dengan baik.

Kedua inovasi tersebut merupakan hasil kegiatan pengabdian berskema Pendapatan Negara Bukan Pajak (PNBP) Pusat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (P3M) Polbeng. Peralatan bank sampah dikerjakan oleh Tim Pengabdian Jurusan Teknik Sipil, sedangkan website Bank Sampah dikembangkan oleh Tim Pengabdian Jurusan Administrasi Niaga.

Peralatan yang diserahkan berupa tong sampah yang telah dibagi berdasarkan kategori sampah, serta dua alat press untuk botol minuman plastik dan kaleng. Alat press tersebut berfungsi memperkecil ukuran botol dan kaleng, sehingga sampah jenis ini tidak cepat memenuhi ruang tong sampah.

Dalam peluncuran tersebut, Tim Pengabdian Teknik Sipil yang diketuai Marhadi Sastra bersama anggotanya, Zulkarnain dan Wahyuni Wahab, memaparkan edukasi pemilahan sampah. Zulkarnain menjelaskan empat kategori sampah, yakni organik, daur ulang, residu, dan bahan berbahaya dan beracun (B3). Ia juga menguraikan alur pemilahan hingga sampah masuk ke Bank Sampah Polbeng, tempat para pengumpul sampah dapat memperoleh imbalan berupa dana atau poin.

Marhadi menambahkan bahwa timnya berharap pengelolaan sampah ini turut menggerakkan perputaran ekonomi di lingkungan kampus. Ia berharap pengelola Bank Sampah melanjutkan program ini dengan kegiatan lain, seperti membuat kompos dari sampah rumah tangga sivitas akademika yang terkumpul. “Harapan kami, pihak Bank Sampah melakukan kegiatan lanjutan seperti pembuatan kompos dari sampah rumah tangga sivitas yang terkumpul, sehingga dapat mengurangi pembuangan sampah ke TPA yang menggunung. Polbeng ingin membantu pemerintah daerah dalam menjaga lingkungan dengan mengurangi 30 persen sampah yang berakhir di TPA,” ujar Marhadi.

Sementara itu, Tim Pengabdian Jurusan Administrasi Niaga yang dipimpin Rini Arvika Sari memaparkan fitur website yang dikembangkan. Ia menjelaskan fitur website mulai dari informasi jenis hingga harga sampah. “Kami membuat website untuk mengubah proses manual, seperti promosi atau informasi terkait bank sampah, menjadi lebih terintegrasi. Tim juga membuat aplikasi kasir bagi pengelola Bank Sampah agar pekerjaan mereka lebih efektif,” ujar Rini.

Ketua P3M Polbeng, Syaiful Amri, menyampaikan terima kasih kepada tim pengabdian yang telah menyelesaikan kegiatan tersebut. Ia berharap kegiatan ini dapat berkelanjutan. “Kami berharap kegiatan ini bisa bermanfaat dan berkelanjutan. Biasanya mitra kita itu masyarakat, tetapi dalam pengabdian ini manfaatnya untuk kita sendiri, yaitu sivitas akademika Polbeng,” tuturnya.

Aprizawati yang merupakan perwakilan dari DWPB turut menyampaikan apresiasi. Ia menilai bantuan ini menjadi dukungan dalam upaya membangun lingkungan melalui pengelolaan sampah, sementara keberadaan website membuat pengelolaannya lebih modern, transparan, dan efektif. “Kami menyadari ini sebagai amanah dan berkomitmen menjadikannya gerakan bersama dalam menjaga lingkungan,” ungkapnya.

Dengan pengelolaan yang lebih tertib dan transparan, Bank Sampah Polbeng diharapkan dapat menumbuhkan kebiasaan memilah sampah di kalangan sivitas akademika, sekaligus mengurangi beban sampah yang berakhir di tempat pembuangan akhir. Lebih dari itu, inovasi ini menjadi langkah awal untuk membangun budaya sadar lingkungan di lingkungan kampus yang berdampak luas bagi masyarakat sekitar.

Naskah dan Foto: Tim Humas Polbeng

Share This :