Lompat ke konten utama

Politeknik Negeri Bengkalis

Dorong Digitalisasi UMKM, Polbeng Fasilitasi 50 Pedagang Bengkalis dengan QRIS

BENGKALIS – Politeknik Negeri Bengkalis (Polbeng) terus memperluas dampak positifnya bagi masyarakat melalui program pengabdian. Kali ini, Polbeng memfasilitasi 50 pedagang kaki lima dan pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di kawasan Lapangan Pasir dan Lapangan Tugu, Kabupaten Bengkalis, dengan standing akrilik Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS) untuk mendukung kemudahan transaksi non-tunai.

Program bertajuk “Digitalisasi Transaksi UMKM melalui Model Edukasi dan Implementasi QRIS sebagai Sistem Pembayaran Cashless pada Pedagang Kaki Lima di Bengkalis” ini merupakan wujud nyata kontribusi perguruan tinggi dalam mendorong transformasi digital sektor usaha rakyat. Penyerahan 50 standing QRIS dilaksanakan dalam tiga tahap, yaitu 13 unit pada 16 September 2026, 13 unit pada 2 Oktober 2026, dan 24 unit pada 27 Oktober 2026.

Ketua tim pengabdian, Yunelly Asra, dari Program Studi Administrasi Bisnis Internasional, Jurusan Administrasi Niaga Polbeng, menjelaskan bahwa digitalisasi pembayaran merupakan langkah penting untuk membantu pelaku UMKM beradaptasi dengan perkembangan zaman. “Kami tidak hanya menyediakan sarana QRIS yang mudah terlihat oleh konsumen, tetapi juga mendorong tumbuhnya kesadaran bahwa digitalisasi adalah bagian penting dari pengembangan usaha. Harapannya, langkah sederhana ini dapat menjadi awal bagi pedagang untuk mengembangkan usahanya secara lebih modern,” ujar Yunelly.

Program ini dilaksanakan melalui sejumlah tahapan, mulai dari identifikasi permasalahan mitra, survei pedagang, pengumpulan kode QRIS, pencetakan, hingga penyerahan langsung kepada penerima manfaat.

Bagi pedagang, ketersediaan fasilitas pembayaran digital memberikan alternatif transaksi yang praktis, sekaligus mengurangi kebutuhan menyediakan uang kembalian dan memudahkan pemantauan penerimaan pembayaran. Sementara itu, konsumen memperoleh kemudahan bertransaksi tanpa harus selalu membawa uang tunai.

Mela, salah seorang pedagang penerima manfaat di kawasan Lapangan Tugu, menyampaikan apresiasinya. “Adanya fasilitas QRIS ini sangat membantu karena pembeli sekarang memiliki beragam cara untuk membayar. Dengan kode QRIS di meja jualan, pembeli bisa lebih mudah memindainya. Kami berharap pelayanan kepada pelanggan menjadi lebih praktis,” ujarnya.

Tim pengabdian menilai penyediaan sarana pembayaran digital hanyalah langkah awal. Keberhasilan digitalisasi tidak cukup diukur dari jumlah sarana yang dibagikan, tetapi dari tingkat pemanfaatannya. Karena itu, edukasi terkait keamanan transaksi, pencatatan keuangan, dan evaluasi lanjutan akan terus dilakukan.

Ke depan, Polbeng berkomitmen untuk mengembangkan model ekosistem pembayaran digital berbasis kawasan ini secara bertahap ke sentra kuliner, kawasan wisata, dan pusat aktivitas ekonomi lainnya di Kabupaten Bengkalis.

Melalui inisiatif ini, Polbeng tidak hanya membuktikan perannya sebagai institusi pendidikan, tetapi juga sebagai kampus yang berdampak nyata. Fasilitasi QRIS ini diharapkan mampu mendorong pelaku UMKM Bengkalis agar semakin adaptif terhadap teknologi, meningkatkan kualitas pelayanan, dan berpartisipasi lebih luas dalam ekosistem ekonomi digital Indonesia.

Naskah: Tim Pengabdian Prodi ABI & Tim Humas Polbeng
Foto: Tim Pengabdian Prodi ABI

Share This :