BENGKALIS – Politeknik Negeri Bengkalis (Polbeng) ditunjuk sebagai pendamping Program Revitalisasi Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Tahun 2025 oleh Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen).
Penunjukan tersebut ditandai dengan penandatanganan nota kesepahaman (MoU) dan kontrak kerja sama pada bulan Juli 2025. Kegiatan ini berlangsung selama enam bulan, mulai Juli hingga Desember 2025, dengan fokus memastikan pelaksanaan program revitalisasi di sekolah mitra berjalan sesuai standar operasional prosedur (SOP) yang ditetapkan kementerian, serta mengidentifikasi berbagai kendala yang mungkin dihadapi.

Polbeng dipercaya mendampingi 51 SMK yang tersebar di tiga provinsi, yakni Riau, Kepulauan Riau, dan Bangka Belitung. Pendampingan dilakukan melalui pengawasan dan evaluasi terhadap pelaksanaan kegiatan revitalisasi di masing-masing SMK, meliputi aspek perencanaan, pelaksanaan, serta pelaporan hasil kegiatan.
Tim pendamping Polbeng diketuai oleh Wakil Direktur III, Marhadi Sastra, dengan koordinator wilayah Riau, Oni Febriani; koordinator wilayah Kepulauan Riau, Hendra Saputra; dan koordinator wilayah Bangka Belitung, Armada. Seluruh fasilitator dalam program ini merupakan dosen dan tenaga kependidikan dari Jurusan Teknik Sipil Polbeng yang berperan langsung dalam proses pengawasan di sekolah-sekolah mitra.

Dalam keterangannya, Marhadi Sastra menyampaikan rasa bangga dan apresiasi atas kepercayaan yang diberikan oleh Kemendikdasmen kepada Polbeng.
“Kami berterima kasih atas kepercayaan Kemendikdasmen kepada Polbeng untuk terlibat dalam program nasional ini. Melalui kegiatan pendampingan ini, Polbeng berkomitmen untuk berkontribusi dalam peningkatan mutu pendidikan vokasi, khususnya dalam memastikan pelaksanaan revitalisasi SMK berjalan efektif, tepat sasaran, dan sesuai standar,” ujarnya.

Sebagai informasi, Program Revitalisasi SMK merupakan inisiatif pemerintah yang bertujuan memperkuat pendidikan vokasi melalui peningkatan kompetensi guru dan tenaga kependidikan, penyelarasan kurikulum dengan kebutuhan dunia industri, serta modernisasi sarana dan prasarana pembelajaran. Melalui keikutsertaan Polbeng dalam program ini, diharapkan terjalin sinergi yang lebih kuat antara pendidikan vokasi tingkat menengah dan perguruan tinggi, guna menghasilkan lulusan yang kompeten dan siap menghadapi tantangan dunia kerja. (HUMAS)
