BENGKALIS – Politeknik Negeri Bengkalis (Polbeng) menyelenggarakan Focus Group Discussion (FGD) bersama perwakilan Dunia Usaha dan Dunia Industri (DUDI) serta perangkat daerah Kabupaten Bengkalis untuk pengembangan program studi di Kota Duri. Kegiatan yang berlangsung di Gedung Pertemuan Bathin Betuah, Kompleks Kantor Camat Mandau pada Jumat, 28 November 2025 ini merupakan langkah strategis menuju pembangunan Kampus Polbeng Cabang Duri di kawasan eks Terminal AKAP Duri, Simpang Lima, Desa Petani, Kecamatan Bathin Solapan.

Hadir dalam kesempatan tersebut jajaran pimpinan Polbeng terdiri atas Direktur Johny Custer, Ketua Senat Zainal Abidin, Wakil Direktur I Romadhoni, Wakil Direktur II Guswandi, dan Wakil Direktur III Marhadi Sastra. Turut hadir perwakilan pemerintah daerah meliputi Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda), Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi, Dinas Pendidikan, Camat Mandau, dan Camat Bathin Solapan, serta enam perusahaan dari pihak DUDI antara lain Pertamina Hulu Rokan (PHR), PT Elnusa Fabrikasi Konstruksi, PT ROIF Anugerah Perdana, PT Arjuna Petrogas Indonesia, PT Pembangunan Abadi Andalas Agung (PA3), dan PT Harap Panjang.

Kepala Bappeda Kabupaten Bengkalis, Rinto, menegaskan dukungan penuh pemerintah daerah terhadap pembangunan kampus cabang Duri. “Proyek ini menjadi prioritas kami, sesuai dengan arahan Ibu Bupati. Kami berharap pembukaan program studi dapat direalisasikan pada tahun 2026,” ujarnya. Senada dengan hal tersebut, Direktur Polbeng Johny Custer menyatakan bahwa pengembangan kampus cabang Duri bertujuan memenuhi kebutuhan industri dengan menyelaraskan pendidikan vokasi dengan dunia kerja. “FGD ini kami fokuskan untuk menentukan program studi yang akan dibuka dengan mempertimbangkan masukan dari seluruh peserta yang hadir,” jelas Johny.

Perwakilan industri menyampaikan harapan agar program studi yang dikembangkan selaras dengan kebutuhan sumber daya manusia di wilayah Duri, khususnya di bidang keminyakan. Mereka juga berharap semakin banyak lulusan Polbeng sebagai putra daerah yang dapat terserap dalam perusahaan-perusahaan tersebut. Camat Bathin Solapan, Muhammad Rusydy, mengungkapkan optimisme bahwa kehadiran kampus Polbeng di Duri dapat memajukan daerahnya. “Kami yakin kehadiran kampus Polbeng akan menjadi katalisator pembangunan yang dapat mengakselerasi pertumbuhan wilayah ini ke arah yang lebih baik,” tuturnya.

Hasil FGD merekomendasikan awal tahun 2026 sebagai waktu penetapan pembukaan kantor cabang Polbeng di Duri. Sementara untuk menentukan program studi yang akan dibuka, akan dilakukan survei mendalam kepada seluruh perusahaan mitra dan perangkat daerah terkait, disertai serial diskusi lanjutan dengan seluruh pemangku kepentingan.
Melalui FGD ini, Polbeng berkomitmen mewujudkan kampus cabang yang responsif terhadap kebutuhan daerah dan industri, sekaligus memperluas akses pendidikan vokasi berkualitas di wilayah Bengkalis. (HUMAS)
