BENGKALIS — Memasuki hari kelima Program Pengenalan Kehidupan Kampus bagi Mahasiswa Baru (PKKMB) Tahun 2026, Politeknik Negeri Bengkalis (Polbeng) menggelar kegiatan Cinta Kampus pada Kamis (27/8). Kegiatan ini diikuti mahasiswa baru melalui aksi gotong royong dan bersih-bersih di berbagai area lingkungan kampus.
Mahasiswa baru yang terbagi dalam beberapa kelompok tampak antusias mengumpulkan sampah di area yang telah ditentukan. Tidak sekadar membersihkan lingkungan, sampah yang berhasil dikumpulkan, khususnya sampah anorganik yang dapat dikelola, selanjutnya dibawa ke Bank Sampah Polbeng untuk dipilah dan ditukarkan sesuai dengan nilai yang telah ditetapkan. Dalam kegiatan ini, mahasiswa baru juga sekaligus didaftarkan sebagai anggota Bank Sampah Polbeng.
Menariknya, kegiatan Cinta Kampus turut dikemas dalam bentuk penilaian antarkelompok. Kelompok yang paling aktif serta berhasil mengumpulkan sampah dengan jumlah dan nilai poin tertinggi akan menjadi kelompok terbaik dalam kegiatan tersebut. Konsep ini diharapkan dapat membangun semangat kebersamaan sekaligus meningkatkan kepedulian mahasiswa terhadap kebersihan lingkungan kampus.
Wakil Direktur III Polbeng, Marhadi Sastra, menyampaikan bahwa kegiatan tersebut menjadi bagian penting dalam memberikan edukasi kepada mahasiswa baru mengenai pentingnya menjaga lingkungan dan mengelola sampah secara berkelanjutan.
“Melalui kegiatan ini, mahasiswa tidak hanya diajak untuk bergotong royong dan menjaga kebersihan kampus, tetapi juga memahami bahwa sampah yang dikelola dengan baik dapat memiliki nilai dan memberikan manfaat,” ujarnya.
Ia menjelaskan, Bank Sampah Polbeng menjadi salah satu wadah bagi sivitas akademika untuk menukarkan sampah anorganik yang telah dipilah menjadi tabungan. Ke depan, keberadaan Bank Sampah diharapkan dapat terus berkembang dan memberikan manfaat yang lebih besar bagi mahasiswa, termasuk membuka peluang pemanfaatan tabungan sampah untuk mendukung kebutuhan pendidikan.
“Harapannya Bank Sampah Polbeng semakin berkembang dan menjadi bagian dari budaya sivitas akademika. Dari kebiasaan kecil seperti memilah dan menabung sampah, kita ingin membangun kesadaran bersama untuk berkontribusi terhadap pelestarian lingkungan,” tambahnya.

Salah seorang mahasiswa baru mengaku antusias mengikuti kegiatan tersebut karena memberikan pengalaman dan pemahaman baru tentang pengelolaan sampah. Menurutnya, kegiatan Cinta Kampus bukan hanya sekadar gotong royong dan bersih-bersih, tetapi juga mengajarkan mahasiswa untuk ikut berkontribusi terhadap kelestarian lingkungan.
“Melalui kegiatan ini kami jadi mengetahui bahwa Polbeng memiliki Bank Sampah dengan sistem penukaran sampah menjadi tabungan. Jadi, sampah yang biasanya dianggap tidak berguna ternyata bisa dikelola dan memiliki nilai,” ungkapnya.
Melalui kegiatan Cinta Kampus, PKKMB Polbeng 2026 tidak hanya menjadi ruang pengenalan kehidupan kampus bagi mahasiswa baru, tetapi juga menjadi momentum untuk menanamkan nilai kepedulian, kebersamaan, dan tanggung jawab terhadap lingkungan sejak awal mereka menjadi bagian dari keluarga besar Politeknik Negeri Bengkalis. (HUMAS)
