BENGKALIS – Politeknik Negeri Bengkalis (Polbeng) resmi menjadi kampus pertama di Provinsi Riau yang memiliki Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU). Peresmian ditandai dengan acara peluncuran di Kampus Utama Polbeng, Selasa (22/9/2026).
SPKLU ini merupakan inisiatif PT Perusahaan Listrik Negara (Persero) Unit Pelaksana Pelayanan Pelanggan (PLN UP3) Dumai yang ditempatkan di lingkungan kampus Polbeng. Kehadirannya dilatarbelakangi oleh meningkatnya jumlah kendaraan listrik di Bengkalis, sehingga kebutuhan fasilitas pengisian daya yang selama ini belum terpenuhi dapat terjawab.
“Ini merupakan SPKLU kedua di Bengkalis. Sebelumnya sudah kami bangun di Kantor PLN Bengkalis, dan sekarang untuk pertama kalinya di luar PLN, yaitu di Polbeng,” ujar Manajer PT PLN (Persero) UP3 Dumai, Achmad Meidiansyah.
Achmad menyebutkan, penempatan SPKLU di Polbeng merupakan bentuk keterlibatan dunia pendidikan dalam mendukung transisi energi hijau. Ia mengapresiasi kesediaan Polbeng untuk bersinergi dan memfasilitasi pembangunan fasilitas tersebut.
Acara peluncuran dihadiri Direktur Polbeng Johny Custer; Staf Ahli Bupati Bidang Kemasyarakatan dan Sumber Daya Manusia Pemerintah Kabupaten Bengkalis, Johansyah Syafri; Manajer PLN UP3 Dumai, Achmad Meidiansyah; Manajer PLN ULP Bengkalis, Ade Pratama Saputra; jajaran Wakil Direktur Polbeng; pimpinan instansi pemerintah, BUMN dan BUMD, mitra industri, serta komunitas pengguna kendaraan listrik.

Direktur Polbeng, Johny Custer, menegaskan kehadiran SPKLU ini bukan sekadar penambahan fasilitas pengisian kendaraan listrik. Lebih dari itu, fasilitas ini menjadi bagian dari upaya bersama mendukung kebijakan pemerintah di bidang transisi energi, pengembangan ekosistem kendaraan listrik, efisiensi energi, serta pembangunan yang lebih ramah lingkungan dan berkelanjutan.
“Sebagai perguruan tinggi vokasi, Politeknik Negeri Bengkalis memiliki tanggung jawab untuk mengambil peran dalam transformasi tersebut. Kampus harus mampu menyiapkan sumber daya manusia yang tidak hanya menjadi pengguna teknologi, tetapi juga memahami, mengoperasikan, mengembangkan, dan menciptakan inovasi dari teknologi yang terus berkembang,” ujar Johny.
Johny juga mengungkapkan, saat ini Polbeng tengah membangun gedung yang akan difungsikan sebagai bengkel praktik, tempat mahasiswa memproduksi panel surya. Langkah ini sejalan dengan komitmen Polbeng yang telah memasang panel surya di sejumlah gedung di lingkungan kampus.
Sementara itu, Johansyah Syafri berharap keberadaan SPKLU ini tidak hanya difungsikan sebagai tempat pengisian daya kendaraan listrik, tetapi juga dapat dimanfaatkan sebagai ruang riset atau laboratorium bagi seluruh sivitas akademika, sehingga manfaatnya dapat dirasakan lebih luas oleh masyarakat.
Dengan hadirnya SPKLU ini, Polbeng tidak hanya memperkuat posisinya sebagai kampus vokasi yang adaptif terhadap perkembangan teknologi, tetapi juga memberikan dampak nyata bagi masyarakat Bengkalis, mulai dari kemudahan akses pengisian daya bagi pengguna kendaraan listrik, dukungan terhadap transisi energi bersih di tingkat daerah, hingga membuka ruang riset dan inovasi bagi mahasiswa dalam pengembangan ekosistem energi hijau di Indonesia.
Nakah dan Foto: Tim Humas Polbeng

