BENGKALIS – Politeknik Negeri Bengkalis (Polbeng) resmi mencapai usia seperempat abad. Mengusung tema “Bertumbuh dari Daerah, Berdampak untuk Indonesia”, momen bersejarah ini dirayakan lewat rangkaian acara milad yang berlangsung meriah di Kampus Utama Polbeng, Minggu (27/9/2026), mempertemukan sivitas akademika hingga mitra kerja dalam satu perayaan penuh makna.
Rangkaian kegiatan dibuka dengan Polbeng Sehat, diisi jalan santai yang disambut antusias oleh seluruh peserta. Suasana kian semarak lewat pembagian 150 item doorprize, dengan hadiah utama berupa sepeda listrik, sepeda sport, dan mesin cuci, yang disambut riuh tepuk tangan setiap kali nama pemenang diumumkan.
Semangat milad tidak berhenti pada kemeriahan semata. Polbeng turut menanam 25 bibit pohon di lingkungan kampus sebagai simbol komitmen penghijauan, sekaligus melepas 25 kantung benih ikan di danau kampus sebagai bentuk kepedulian terhadap kelestarian ekosistem. Rangkaian ini dilengkapi pula dengan layanan cek kesehatan gratis dan donor darah, menghadirkan sisi kepedulian sosial di tengah perayaan ulang tahun kampus.

Menjelang penghujung acara, suasana berubah menjadi lebih reflektif lewat orasi ilmiah dan refleksi 25 tahun perjalanan Polbeng. Momen ini sekaligus menjadi panggung peluncuran buku “25 Tahun Polbeng: Semangat Otonomi Membangun Kampus Kebanggaan Bangsa”, yang merekam jejak panjang Polbeng, mulai dari proses berdirinya, sosok-sosok di balik perjuangannya, hingga deretan prestasi yang telah ditorehkan sepanjang seperempat abad ini.
Acara peluncuran buku turut diisi dengan pemutaran film dokumenter 25 tahun Polbeng serta talkshow bersama tokoh-tokoh penting di balik perjalanan kampus ini. Talkshow menghadirkan Direktur Polbeng periode 2005–2020, Muhamad Milchan; Direktur Polbeng periode 2020–2028, Johny Custer; Staf Ahli Bupati Bidang Kemasyarakatan dan Sumber Daya Manusia Kabupaten Bengkalis, Johansyah Syafri, yang juga merupakan tokoh kunci Yayasan Gema Bahari, yayasan yang dibentuk Pemerintah Kabupaten Bengkalis untuk mendirikan cikal bakal Polbeng, yaitu Politeknik Perkapalan Bengkalis; Ketua Senat, A. Malik; serta salah satu pimpinan awal Polbeng, Abdul Vattah.
Dalam talkshow tersebut, Muhamad Milchan membagikan kisah awal perjalanannya ke Bengkalis. Ia mengenang dengan haru masa 15 tahun perjalanannya memimpin Polbeng. “Saya selalu merasa bahagia kalau mendengar Polbeng maju, seperti ajang KKI kemarin, di mana Polbeng berhasil menjadi tuan rumah untuk acara nasional itu. Saya selalu berdoa semoga Polbeng semakin jaya dan menjadi politeknik negeri yang dibutuhkan Indonesia,” ujar Milchan.
Johny Custer turut membagikan refleksinya atas posisi Polbeng saat ini, yang telah menjalin kerja sama dengan berbagai industri dan sekolah, sekaligus turut memperkuat branding Polbeng di Provinsi Riau. Ia menekankan bahwa seluruh capaian tersebut merupakan buah dari kerja keras bersama. “Di usia 25 tahun Polbeng ini, saya yakin merupakan buah dari kerja sama kita bersama. Tantangan Polbeng ke depan pun merupakan tanggung jawab kita bersama,” ujar Johny.

Di usia seperempat abad ini, jejak dampak Polbeng bagi Indonesia pun semakin terasa nyata. Baru beberapa waktu lalu, Polbeng dipercaya menjadi tuan rumah Kontes Kapal Indonesia (KKI) 2026, ajang kompetisi nasional yang mempertemukan puluhan perguruan tinggi dari seluruh Indonesia untuk berinovasi di bidang teknologi maritim. Tak berhenti di situ, Polbeng juga baru saja berhasil masuk dalam jajaran 1.000 besar dunia versi UI GreenMetric, pemeringkatan internasional yang menilai komitmen perguruan tinggi terhadap keberlanjutan dan lingkungan hidup. Dua pencapaian ini menjadi bukti bahwa kiprah Polbeng tidak lagi berhenti di lingkup daerah, melainkan telah merambah ke panggung nasional dan bahkan global.
Dengan perayaan 25 tahun ini, Polbeng terus berkomitmen melanjutkan semangat yang telah dirintis para pendirinya. Perjalanan seperempat abad ini menjadi pengingat sekaligus pijakan bagi seluruh keluarga besar Polbeng untuk terus melangkah, berinovasi, dan memberikan kontribusi nyata bagi kemajuan pendidikan vokasi dan masyarakat Indonesia.
Foto dan Naskah: Humas Polbeng
