Lompat ke konten utama

Politeknik Negeri Bengkalis

Polbeng Raih Hibah Talenta Riset 2026, Bangun Ekosistem Penelitian yang Lebih Kuat

BENGKALIS – Politeknik Negeri Bengkalis (Polbeng) ditetapkan sebagai salah satu dari 48 perguruan tinggi penerima Program Hibah Penguatan Ekosistem Talenta Riset di Perguruan Tinggi Tahun 2026 dari Kemendiktisaintek. Penetapan tertuang dalam surat tertanggal 7 Oktober 2026 bernomor 950/DST/C2/DT.05.00/2026. Dana hibah ini akan dimanfaatkan untuk memperkuat kompetensi dan kapasitas penelitian dosen Polbeng.

Sekretaris Pusat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (P3M) Polbeng, Labriel Hadi, menjelaskan bahwa program ini bertujuan membangun ekosistem penelitian yang lebih produktif, kompetitif, dan berkelanjutan. “Program ini tidak hanya berorientasi pada peningkatan jumlah penelitian atau publikasi, tetapi juga bagaimana perguruan tinggi mampu membangun budaya riset, memperkuat kolaborasi, dan menghasilkan inovasi yang bermanfaat bagi masyarakat,” ujarnya.

Penetapan ini merupakan hasil dari proses seleksi yang cukup panjang. Polbeng mendaftar pada 2–13 Juli 2026 melalui Platform Talenta, dengan tim pengusul yang terdiri atas Kepala P3M Syaiful Amri, Labriel Hadi, serta dosen M. Alimul Hafiz, M. Afridon, dan Abdul Gafur. Seleksi berlangsung dalam dua tahap, yaitu seleksi administrasi dan seleksi substansi.

Menurut Labriel, salah satu kekuatan usulan Polbeng terletak pada kemampuan mengidentifikasi kondisi ekosistem riset secara objektif, sekaligus menawarkan program pembinaan yang terukur dan realistis. Sebagai gambaran, selama 2016–2025, dosen Polbeng menghasilkan 174 artikel terindeks Scopus dengan 605 sitasi. Pada 2023–2025, terdapat 13 artikel pada jurnal SINTA 1 dan 2 serta 261 artikel pada SINTA 3 hingga 5.

Berbeda dengan hibah penelitian yang mendanai satu topik tertentu, program ini diarahkan pada peningkatan kompetensi peneliti dari berbagai disiplin ilmu. Karena itu, cakupannya bersifat lintas jurusan, meliputi teknologi informasi, energi, kemaritiman, pangan, material maju, transportasi, sosial humaniora, dan digitalisasi. Sebagai perguruan tinggi vokasi di wilayah kepulauan dan perbatasan, Polbeng berkepentingan mengembangkan riset berbasis potensi daerah.

Dana hibah akan digunakan untuk pelatihan, pembimbingan, dan pendampingan penyusunan proposal serta artikel ilmiah. P3M merancang tiga workshop terintegrasi dengan target minimal 20 dosen tetap per workshop. “Target utama kami bukan hanya menghasilkan 20 dokumen, tetapi membentuk kelompok dosen yang mampu bersaing dalam memperoleh hibah nasional maupun internasional,” tegas Labriel.

Dampak program ini diharapkan dapat menyentuh tiga lapisan sekaligus. Bagi para dosen, program ini menjadi ruang untuk memperkuat kapasitas dalam menyusun penelitian dan meningkatkan produktivitas publikasi ilmiah. Bagi mahasiswa, manfaatnya terasa melalui pembelajaran yang lebih kaya serta kesempatan terlibat langsung dalam proyek riset para dosen. Sementara bagi masyarakat Bengkalis, program ini diharapkan melahirkan penelitian terapan yang benar-benar menjawab kebutuhan daerah, mulai dari teknologi tepat guna bagi masyarakat pesisir, inovasi pengolahan hasil perikanan, penguatan UMKM, digitalisasi usaha, energi terbarukan, hingga solusi atas persoalan transportasi dan lingkungan di wilayah kepulauan.

“Kami ingin riset dosen dan mahasiswa Polbeng tidak hanya berhenti sebagai laporan atau artikel ilmiah, tetapi pada akhirnya memberikan manfaat ekonomi, sosial, dan teknologi bagi masyarakat Bengkalis,” tutur Labriel.

Melalui hibah ini, Polbeng mempertegas komitmennya membangun budaya riset yang kuat sebagai fondasi bagi penelitian yang tidak berhenti pada publikasi akademik, tetapi juga menghadirkan solusi bagi masyarakat, industri, dan pembangunan daerah, khususnya di Kabupaten Bengkalis.

Naskah dan Foto: Tim Humas Polbeng

Share This :