Lompat ke konten utama

Politeknik Negeri Bengkalis

Tenaga Ahli GIS Polbeng Lakukan Pemetaan Lahan Pertanian Berbasis Data Spasial

Tenaga Ahli GIS Politeknik Negeri Bengkalis (Polbeng), Hendra Saputra, melakukan pemetaan lahan pertanian sawah di Desa Mentayan, Kecamatan Bantan, Kabupaten Bengkalis, Selasa, 01 November 2022. “Pemetaan lahan sawah ini untuk mendapatkan peta foto udara lahan persil sawah yang teliti serta membangun data base kelompok tani yang terintegrasi dengan foto udara,” ungkap Hendra. Ia mengatakan, dengan adanya peta yang terintegrasi itu nantinya akan diperoleh luas lahan persil sawah yang terukur dan teliti. Lalu Hendra menjelaskan bahwa metode pelaksanaan kegiatan tersebut menggunakan Teknik Fotogrammetri yaitu melakukan pemetaan dengan menggunakan Drone.

“Kita gunakan drone untuk memperoleh kualitas citra dengan resolusi spasial yang sangat tinggi, sekitar 5cm – 9cm, tergantung pada ketinggian terbang drone. Untuk akurasi dan presisi peta/citra digunakan peralatan GNSS Geodetik untuk mengikat koordinat peta yang sebenarnya,” paparnya. Kegiatan tersebut, lanjutnya, melibatkan beberapa mahasiswa Polbeng, Tenaga Penyuluh Pertanian serta kelompok tani setempat. Sementara itu, Kepala Bidang Tanaman Pangan dan Hortikultura, Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura dan Peternakan (DTPHP) Kabupaten Bengkalis, Rafiani, menjelaskan bahwa kegiatan yang dilaksanakan oleh Polbeng tersebut sangat membantu pihaknya dalam menginventarisasi data persil sawah yang update dan lebih terukur untuk mencapai ketahanan pangan yang berkelanjutan.

“Mudah-mudahan, kegiatan ini terus berlanjut di desa-desa yang lain. Selami ini, data yang ada masih dalam bentuk manual berupa data tabelaris dan peta yang ada masih sebatas peta garis yang belum sesuai dengan kaidah kartografi,” pungkasnya. Di tempat terpisah, Kepala UPT BPP Kecamatan Bantan, Sanuri, mengucapkan terimakasih dan apresiasi kepada pihak Polbeng, atas kegiatan pemetaan lahan tanaman pangan tersebut. “Harapan kami, ke depannya, pemetaan lahan pertanian ini bisa berlanjut karena lahan tanaman pangan padi di Kecamatan Bantan masih ada 5 desa yang belum ada pemetaannya,” pungkas Sanuri.

Share This :