Lompat ke konten utama

Politeknik Negeri Bengkalis

Mahasiswa Teknik Sipil Polbeng Kembali Raih “Best of the Best” Truss Tower Competition di Ajang InNow 2026 Malaysia

JOHOR, MALAYSIA – Mahasiswa Jurusan Teknik Sipil Politeknik Negeri Bengkalis (Polbeng) kembali menorehkan prestasi gemilang di kancah internasional. Kali ini, tim Calatrava berhasil meraih predikat “Best of the Best” untuk kategori Truss Tower Competition pada ajang InNow 2026 yang digelar pada Kamis, 29 Oktober 2026.

Kompetisi bergengsi ini diselenggarakan oleh Faculty of Civil Engineering and Built Environment (FKAAB), Universiti Tun Hussein Onn Malaysia (UTHM). Keberhasilan ini menjadi istimewa karena tim Polbeng berhasil mempertahankan gelar juara dengan kategori yang sama seperti pada tahun sebelumnya.

Tim Calatrava terdiri atas tiga mahasiswa Program Studi Teknik Perancangan Jalan dan Jembatan (TPJJ), yaitu Faulinus Trio Sinaga, Annisa Mutiara, dan Nindya Warna Faradila Putri, dengan dosen pembimbing Alamsyah.

Kategori Truss Tower Competition atau Kompetisi Tower Model merupakan kompetisi merancang dan membuat maket menara rangka batang menggunakan bahan kayu basswood. Menara tersebut kemudian diuji dengan pembebanan vertikal di bagian puncaknya hingga runtuh. Penilaian didasarkan pada efisiensi struktur, yaitu rasio antara kekuatan menahan beban dan berat menara itu sendiri. Pada ajang tahun ini, sebanyak 31 tim dari Malaysia dan Indonesia turut bersaing.

Persiapan tim dilakukan secara matang sejak sebulan sebelum kompetisi, tepatnya pada 14 September 2026. Berbagai langkah dilakukan, mulai dari riset mekanika rangka, pemodelan 3D, simulasi struktur, latihan presentasi, hingga proses pembuatan menara yang sangat detail. Tim juga menyiapkan poster A3 untuk kebutuhan presentasi.

Kompetisi terbagi menjadi dua tahap. Tahap pertama adalah screening, di mana tim mengumpulkan gambar kerja digital dan usulan dimensi menara untuk diverifikasi oleh panitia. Tahap kedua adalah Day of Load Testing, yang meliputi wawancara lisan mengenai pemahaman mekanika rangka, presentasi poster, serta pengujian beban langsung di Laboratorium Teknik Material hingga menara mengalami kegagalan struktur.

Salah satu anggota tim, Faulinus Trio Sinaga, mengungkapkan bahwa tantangan terbesar dalam kompetisi ini adalah mematuhi aturan dimensi yang sangat ketat dari panitia. Menara wajib memiliki tinggi 800 mm, tapak maksimal 300 mm, dan tidak boleh memiliki penampang yang seragam dari atas ke bawah. Selain itu, penggunaan penguat mekanis seperti paku atau baut dilarang keras. Untuk menjawab tantangan tersebut, tim Calatrava merancang menara dengan bentuk geometri hourglass (jam pasir) dan sistem struktur statis tak tentu derajat dua. Pendekatan ini terbukti ampuh memberikan efisiensi massa tertinggi tanpa melanggar batasan desain yang ditetapkan panitia.

Lebih dari sekadar meraih kemenangan, Faulinus menilai ajang ini sebagai pembuktian kompetensi tim di panggung internasional. “Team Calatrava sangat bangga bisa bertanding secara langsung di kampus UTHM Malaysia. Kompetisi ini menguji kemampuan problem-solving, kerja sama tim, dan literasi digital kami di dunia teknik sipil yang sesungguhnya,” ujarnya.

Dengan capaian ini, Polbeng semakin membuktikan eksistensinya sebagai institusi pendidikan vokasi yang mampu mencetak lulusan berdaya saing global. Prestasi ini tidak hanya mengharumkan nama kampus, tetapi juga menjadi bukti nyata bahwa mahasiswa Polbeng siap berkompetisi dan berinovasi di tingkat internasional.

Naskah: Tim Humas Polbeng
Foto: Tim Jurusan Teknik Sipil

Share This :